Perbedaan Booting dan Startup

perbedaan booting dan startup

Banyak yang menganggap tidak ada perbedaan antara booting dan start up pada komputer atau laptop. Padahal, keduanya merupakan hal yang berbeda.

Sekilas memang sama. Jika dilihat dari istilahnya, yaitu booting dan start up, memang seolah-olah keduanya adalah hal yang sama. Booting dan start up merupakan proses paling awal ketika komputer akan digunakan.

Namun, para ahli komputer menyatakan keduanya adalah hal yang berbeda. Atau setidaknya ada yang membedakan antara booting dan start up.

Letak Perbedaan Antara Booting dan Start Up
Benar sekali jika dikatakan bahwa booting dan start up adalah proses paling awal ketika komputer dinyalakan. Namun, ada sedikit perbedaan.

Start up itu proses di mana sistem operasi komputer (atau yang sering disingkat dengan OS atau operating system) dimulai. Sementara itu, booting itu proses sistem operasi melakukan proses membaca semua yang diperlukan agar komputer bisa siap digunakan. Ini terkait dengan pengecekan hardware, video card, dan juga semua komponen komputer. Setelah semuanya dicek dan tidak ada masalah, maka komputer siap untuk digunakan.

Nah, itulah letak perbedaan booting dan start up. Makanya, ketika komputer tidak nyala, itulah pertanda ada komponen yang rusak. Proses booting tidak berhasil dilakukan karena ketika pengecekan dilakukan ada komponen yang tidak bekerja dengan baik, entah itu berupa hardware atau software.

Ada juga masalah di mana proses booting begitu lambat. Ini bisa disebabkan adanya komponen komputer yang sedikit mengalami masalah. Hal ini menyebabkan proses pengecekan lama sehingga booting pun menjadi lama.

Cara Agar Booting Komputer Cepat
Untuk komputer baru, biasanya booting-nya cepat. Tidak apalagi jika spesifikasi komputer cukup tinggi. Hanya butuh kurang dari 1 menit untuk booting.

Sayangnya, semakin lama performa komputer menurun. Jadi, tidak jaminan spesifikasi yang tinggi membuat booting cepat.

Namun, hal tersebut bisa diatasi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi booting komputer yang lama. Cara ini bisa digunakan untuk Windows 10 ya…

  • Jangan Aktifkan Efek Spesial

Apa itu efek spesial? Ini adalah efek yang biasanya digunakan untuk membuat tampilan komputer lebih bagus. Ini sama sekali tidak perlu. Karena yang terpenting adalah proses booting cepat. Semua komponen dicek dengan baik dan tidak ada masalah. Jadi, tidak perlu adanya efek-efek spesial yang nantinya malah memperberat proses booting.

advanced system setting

Caranya mudah. Cari saja di tombol search dengan kata kunci Advanced System Setting. Lalu cari Advanced. Klik Settings. Pilih fitur Adjust for best performance. Klik OK. Dengan pilihan tersebut, komputer akan menon-aktifkan fitur-fitur spesial yang memperlambat proses booting.

best-performance-setting

  • Aktifkan Fast Startup

Setelah menon-aktifkan fitur spesial, sekarang aktifkan fast startup. Ini ada di bagian pengaturan.

power and sleeps setting

Caranya, search dengan kata kunci power & sleep settings . Lalu, di bagian sebelah kanan pilih dan klik Additional Power Settings. Kemudian, pilih dan klik Choose What The Power Button Do.

power setting

Kemudian pastikan bahwa Turn on fast startup (recommended) telah tercentang. Namun jika ternyata belum tercentang, klik pada Change Settings That Are Currently Unavaliable, lalu centang pada bagian Turn on fast startup (recommended) lalu klik Save Changes di bagian bawah.

turn-on-fast-startup

  •  Jangan Gunakan Elemen Transparan

trancparency_effects

Jika komputer begitu lambat saat booting, sebaiknya jangan gunakan elemen transparan pada bagian layar muka komputer. Gunakan efek biasa saja. Caranya, klik kanan di sembarang tempat di desktop. Lalu, klik Personalize. Pilih color dan non aktifkan transparent effect.

Ketiga cara tersebut bisa dicoba secara bersamaan dan perhatikan perbedaannya. Booting akan lebih cepat dari biasanya.

Jadi, sudah jelas kan perbedaan booting dan start up serta bagaimana cara mempercepat booting komputer?

Leave a Reply